A.
Pengertian Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi antarpribadi mempunyai banyak
definisi sesuaipersepsi para ahli komunikasi. Trenholm dan Jensen,
mendifinisikan komunikasi antarpribadi sebagai komunikasi antar dua orang yang
berlangsung secara tatap muka. Sifat komunikasi ini adalah spontan dan
informal, saling menerima feedback secara maksimal.
Little john memberikan definisi
komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antar individu - individu. Agus
M.Hardjana mengatakan, komunikasi antarpribadi adalah interaksi tatap muka
antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara
langsung dan penerima pesan dapat menerima dan dapat menanggapai secara
langsung. Arni Muhammad mengatakan komunikasi antarpribadi adalah proses
pertukaran informasi diantara seseorang dengan orang lain yang dapat langsung
diketahui balikannya. Berbeda dengan Deddy Mulyana bahwa komunikasi antarpribadi
adalah komunikasi antar orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap
pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal
maupun non verbal.
Dari definisi-definisi yang telah
dikemukakan oleh beberapa pakar komunikasi, penulis menyimpulkan komunikasi
antarpribadi adalah proses penyampaian pesan dan penerimaan pesan antara pengirim
(sender) dengan penerima (receiver) baik secara langsung maupun tidak langsung.
Komunikasi dikatakan terjadi secara langsung (primer) apabila pihak-pihak yang
terlibat komunikasi dapat saling berbagi informasi tanpa melalui media. Sedangkan
komunikasi tidak langsung (sekunder) dicirikan oleh adanya penggunaan media
tertentu.
Terdapat
tiga pendekatan utama mengenai pemikiran komunikasi antarpribadi:
1.
Pemikiran
Komunikasi Antarpribadi Berdasarkan Komponen-Komponen Utamanya
Pemikiran
ini diawali oleh Bittner yang menerangkan bahwa komunikasi antarpribadi
berlangsung apabila pengirim menyampaikan informasi berupa kata-kata kepada
penerima, dengan menggunakan medium suara manusia (human voice). Sementara Barnlund
mendifinisikan komunikasi antrapribadi sebagai pertemuan antara dua, tiga
orang, atau beberapa orang yang terjadi secara spontan dan tidak berstruktur.
Barnlund sebagaimana dikutip oleh Alo Liliweri mengemukakan beberapa ciri untuk
mengenali komunikasi antarpribadi26: (1) bersifat spontan, (2) tidak mempunyai
struktur, (3) terjadi secara kebetulan, (4) tidak mengejar tujuan yang telah
direncanakan, (5) identitas keanggotaan tidak jelas, (6) dapat terjadi hanya
samba lalu.
2.
Komunikasi
Antarpribadi Berdasarkan Hubungan Diadik
Hubungan diadik dimaksudkan sebagai
komunikasi yang berlangsung diantara dua orang yang mempunyai hubungan yang
mantap dan jelas. Pemikiran mengenai bentuk hubungan diadik dikemukakan oleh
Laing, Phillipson, dan Lee, mereka menyatakan bahwa untuk memahami prilaku
seseorang, harus mengikutsertakan paling tidak dua orang peserta dalam situasi
bersama. Hubungan diadik ini harus menggambarkan interaksi dan pengalaman
bersama mereka. Thenholm dan Jensen mendifinisikan komunikasi antarpribadi
sebagai komunikasi antara dua orang yang berlanngsung secara tatap muka, kata lain
dari komunikasi ini adalah diadik.
3.
Komunikasi
Antarpribadi Berdasarkan Pengembangannya.
Komunikasi antarpribadi dilihat sebagai
perkembangan dari komunikasi interpersonal pada satu sisi, menjadi komunikasi
pribadi atau intim disisi lain. Oleh karena itu derajat hubungan antarpribadi
turut berpengaruh terhadap keluasan dan kedalaman informasi yang dikomunikasikan,
sehingga memudahkan perubahan sikap.
B. Komponen - Komponen Komunikasi Antarpribadi
Secara sederhana
proses komunikasi akan berjalan lancar apabila adanya pengirim atau komunikator
yang menyampaikan informasi berupa lambang verbal maupun nonverbal kepada
penerima atau komunikan dengan menggunakan medium suara manusia atau tulisan.
Dalam hal ini dapat di asumsikan bahwa proses komunikasi antarpribadi terdapat
komponenkomponen komunikasi yang saling berkesinambungan. Antara lain:
1) Sumber / komunikator
Sumber adalah
orang yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi. Yakni orang yang
menyampaikan pesan, baik secara emosional maupun informasional kepada orang
lain.
2) Encoding
Suatu aktifitas seorang komunikator dalam
menciptakan pesan melalui simbol-simbol verbal atau non verbal yang disusun
berdasarkan aturan tata bahasa, dan karakteristik komunikan.
3) Pesan
Merupakan hasil
encoding. Pesan adalah seperangkat simbol-simbol baik verbal maupun nonverbal
yang mewakili keadaan khusus komunikator untuk disampaikan kepada komunikan.
4) Saluran
Merupakan sarana
fisik penyampaian pesan dari sumber kepada penerima. Dalam komunikasi antarpribadi
penggunaan saluran atau media Karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan
dilakukan secara tatap muka.
5) Penerima / komunikan
Adalah seseorang
yang menerima, dan menginterpretasi pesan. Dalam komunikasi antarpribadi
komunikan bersifat aktif, selain menerima komunikan juga menginterpretasi dan
memberikan umpan balik kepada komunikator.
6) Decoding
Kegiatan
menerima pesan. Melalui indera, penerima dapat bermacam macam data dalam bentuk
kata-kata atau simbol-simbol yang harus diubah berdasarkan pengalaman-pengalaman
yang mengandung makan.
7) Respon
Merupakan suatu
tanggapan yang dilakukan oleh penerima atau komunikan setelah menerima pesan
dari pengirim atau komunikator.
8) Gangguan (Noise)
Merupakan apa
saja yang mengganggu atau membuat kacau penyampaian atau penerimaan pesan.
Noise dapat terjadi di komponenkomponen manapun dari sistem komunikasi.
9) Konteks komunikasi
Konteks
komunikasi terbagi menjadi 3 dimensi yaitu: ruang, waktu, dan nilai. Konteks
ruang menunjukkan pada lingkungan tempat terjadinya komunikasi. Waktu,
menunjukkan pada waktu kapan komunikasi terjadi. Dan nilai meliputi nilai
sosial dan nilai budaya yang mempengaruhi suasana komunikasi.
C. Proses Komunikasi Antarpribadi
Proses
komunikasi ialah langkah-langkah yang menggambarkan terjadinya kegiatan
komunikasi. Secara sederhana proses komunikasi digambarkan sebagai proses yang
menghubungkan pengirim dengan penerima pesan. Proses tersebut terdiri dari 6
langkah, sebagai berikut:
a. Keinginan
berkomunikasi. Seorang komunikator mempunyaikeinginan untuk berbagi gagasan dengan orang lain.
b. Encoding oleh
komunikator. Encoding merupakan tindakan memformulasikan isi pikiran atau gagasan
ke dalam simbol-simbol, kata-kata, dan sebagainya.
c. Pengiriman
pesan. Untuk menyampaikan pesan kepada komunikan seorang komunikator memilih
saluran komunikasi seperti telepon, SMS, Surat, E-Mail dan lain-lain.
d. Decoding oleh
komunikan, merupakan kegiatan internal dalam diri penerima. Dalam hal ini
decoding adalah proses memahami pesan.
e. Umpan balik.
Setelah menerima pesan dan memahaminya, komunikan memberikan respon atau umpan
balik. Dengan umpan balik ini seorang komunikator dapat mengevaluasi
keefektifitasan komunikasi.
Hal yang paling
penting dari proses komunikasi adalah bagaimana caranya agar suatu pesan yang
disampaikan dapat menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan. Dampak
yang ditimbulkan dapat di klasifikasikan menurut kadarnya, yakni:
1. Dampak Kognitif
Dampak yang ditimbulkan pada
komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkat intelektualnya.
2. Dampak Afektif
Disini tujuan komunikator tidak
hanya sekedar supaya komunikan tahu, namun tergerak hati komunikan tersebut, seperti
rasa iba, terharu, sedih, gembira, marah dan lain-lain.
3. Dampak Behavioral
Dampak yang paling tinggi
kadarnya. Yakni dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk, prilaku,
tindakan atau kegiatan.
D. Macam – Macam Bentuk Komunikasi Antarpribadi
Ada beberapa bentuk komunikasi antarpribadi
yang bisa dilakukan dalam melakukan proses komunikasi antarpribadi. Diantaranya:
1) Dialog
Dialog berasal
dari kata Yunani yaitu Dia yang artinya antara, bersama. Sedangkan legein
artinya berbicara, menukar pikiran, dan gagasan bersama. Dialog sendiri
merupakan percakapan yang memiliki maksud untuk saling mengerti, memahami, dan
mampu menciptakan kedamaian dala m bekerjasama untuk memenuhi kebutuhannya.
Dialog yang
dilakukan dengan baik akan membuahkan hasil yang banyak, baik pada tingkat
pribadi, yang dapat meningkatkan sikap saling memahami, dan menerima, serta
mengembangkan kebersamaan dan hidup yang damai serta saling menghormati.
2) Sharing
Sharing
merupakan bertukar pendapat, berbagi pengalaman, merupakan pembicaraan antara
dua orang atau lebih, dimana pelakukomunikasi saling menyampaikan apa yang
pernah dialaminya dan hal itu menjadi bahan pembicaraannya. Dan berakibat
saling tukar pengalaman.
Dengan bentuk
sharing dalam komunikasi antarpribadi dapat memanfaatkan untuk memperkaya
pengalaman diri dengan berbagai masukan yang bisa diambil.
3) Wawancara
Dalam komunikasi
wawancara merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan mencapai sesuatu. Pihak
yang mengikuti komunikasi dalam bentuk wawancara ini saling berperan aktif dalam
pertukaran informasi. Dalam wawancara berlangsung baik yang mewawancarai atau
yang diwawancarai keduanya terlibat dalam proses komunikasi dengan saling
berbicara, mendengar, dan menjawab.
4) Konseling
Bentuk
komunikasi antarpribadi yang satu ini lebih banyak di pergunakan didunia pendidikan,
perusahaan untuk masyarakat. Bentuk ini biasanya digunakan untuk menjernihkan
masalah orang yang meminta bantuan (counsellee) dengan mendampinginya
dalam melihat masalah, memutuskan masalah, menemukan cara-cara memecahkan
masalah yang tepat, dan memungkinkan untuk mencari cara yang tepat untuk
pelaksanaan keputusan tersebut.
E. Pesan Komunikasi Antarpribadi
Dalam terjadinya
sebuah proses komunikasi, pesan yang disampaikan oleh seorang komunikator dapat
berupa pesan verbal yakni dengan menggunakan kata-kata atau ucapan sedangkan
pesan nonverbal yakni dengan tanpa kata-kata atau bahasa tubuh, isyarat, simbol.
Pesan yang dikemas secar verbal disebut komunikasi verbal, sedangkan
komunikasi yang pesannya dikemas secara nonverbal disebut komunikasi
nonverbal.
Daftra Pustaka
Onong uchjayana, Ilmu komunikasi
teori dan praktek (Bandung:PT. Remaja Rosdakarya, 2001) hal.15
Wiryanto, Pengantar Ilmu
Komunikasi , (Jakarta:PT.Gramedia Widiasarana Indonesia, 2004). Hal 32-35.
Suranto Aw. Konsep Dasar
Komunikasi Intrepersonal. Yogyakarta:Graha Ilmu. Hal 3
Agus M.Hardjana, Komunikasi
intrapersonal dan interpersonal (Yogyakarta:Kanisius Media) 2003. Hal 11
Erliana Hasan, Komunikasi
Pemerintahan (Bnadung:PT. Refika Aditama, 2005) hal. 20
Agus M. Hardjana, Komunikasi
Interpersonal & intrapersonal, (Yogyakarta:Kanisus, 2007), hal. 104-120
Onong Uchjanaya Effendy, Dinamika
Komunikasi,( Bandung:PT.Remaja Rosdakarya) 2004 hal. 6
Fajar marhaeni, ilmu
komunikasi teori dan praktek, (Jakarta, Graha ilmu, 2009), hal 110


Tidak ada komentar:
Posting Komentar