Jumat, 18 September 2015

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI



A.    Pengertian Komunikasi Antarpribadi

Komunikasi antarpribadi mempunyai banyak definisi sesuaipersepsi para ahli komunikasi. Trenholm dan Jensen, mendifinisikan komunikasi antarpribadi sebagai komunikasi antar dua orang yang berlangsung secara tatap muka. Sifat komunikasi ini adalah spontan dan informal, saling menerima feedback secara maksimal.

Little john memberikan definisi komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antar individu - individu. Agus M.Hardjana mengatakan, komunikasi antarpribadi adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan dapat menanggapai secara langsung. Arni Muhammad mengatakan komunikasi antarpribadi adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan orang lain yang dapat langsung diketahui balikannya. Berbeda dengan Deddy Mulyana bahwa komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antar orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal.

Dari definisi-definisi yang telah dikemukakan oleh beberapa pakar komunikasi, penulis menyimpulkan komunikasi antarpribadi adalah proses penyampaian pesan dan penerimaan pesan antara pengirim (sender) dengan penerima (receiver) baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi dikatakan terjadi secara langsung (primer) apabila pihak-pihak yang terlibat komunikasi dapat saling berbagi informasi tanpa melalui media. Sedangkan komunikasi tidak langsung (sekunder) dicirikan oleh adanya penggunaan media tertentu.


Terdapat tiga pendekatan utama mengenai pemikiran komunikasi antarpribadi:

1.             Pemikiran Komunikasi Antarpribadi Berdasarkan Komponen-Komponen Utamanya
Pemikiran ini diawali oleh Bittner yang menerangkan bahwa komunikasi antarpribadi berlangsung apabila pengirim menyampaikan informasi berupa kata-kata kepada penerima, dengan menggunakan medium suara manusia (human voice). Sementara Barnlund mendifinisikan komunikasi antrapribadi sebagai pertemuan antara dua, tiga orang, atau beberapa orang yang terjadi secara spontan dan tidak berstruktur. Barnlund sebagaimana dikutip oleh Alo Liliweri mengemukakan beberapa ciri untuk mengenali komunikasi antarpribadi26: (1) bersifat spontan, (2) tidak mempunyai struktur, (3) terjadi secara kebetulan, (4) tidak mengejar tujuan yang telah direncanakan, (5) identitas keanggotaan tidak jelas, (6) dapat terjadi hanya samba lalu.

2.                  Komunikasi Antarpribadi Berdasarkan Hubungan Diadik
Hubungan diadik dimaksudkan sebagai komunikasi yang berlangsung diantara dua orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Pemikiran mengenai bentuk hubungan diadik dikemukakan oleh Laing, Phillipson, dan Lee, mereka menyatakan bahwa untuk memahami prilaku seseorang, harus mengikutsertakan paling tidak dua orang peserta dalam situasi bersama. Hubungan diadik ini harus menggambarkan interaksi dan pengalaman bersama mereka. Thenholm dan Jensen mendifinisikan komunikasi antarpribadi sebagai komunikasi antara dua orang yang berlanngsung secara tatap muka, kata lain dari komunikasi ini adalah diadik.

3.                  Komunikasi Antarpribadi Berdasarkan Pengembangannya.
Komunikasi antarpribadi dilihat sebagai perkembangan dari komunikasi interpersonal pada satu sisi, menjadi komunikasi pribadi atau intim disisi lain. Oleh karena itu derajat hubungan antarpribadi turut berpengaruh terhadap keluasan dan kedalaman informasi yang dikomunikasikan, sehingga memudahkan perubahan sikap.



B.   Komponen - Komponen Komunikasi Antarpribadi

Secara sederhana proses komunikasi akan berjalan lancar apabila adanya pengirim atau komunikator yang menyampaikan informasi berupa lambang verbal maupun nonverbal kepada penerima atau komunikan dengan menggunakan medium suara manusia atau tulisan. Dalam hal ini dapat di asumsikan bahwa proses komunikasi antarpribadi terdapat komponenkomponen komunikasi yang saling berkesinambungan. Antara lain:

1) Sumber / komunikator
Sumber adalah orang yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi. Yakni orang yang menyampaikan pesan, baik secara emosional maupun informasional kepada orang lain.

2) Encoding
 Suatu aktifitas seorang komunikator dalam menciptakan pesan melalui simbol-simbol verbal atau non verbal yang disusun berdasarkan aturan tata bahasa, dan karakteristik komunikan.

3) Pesan
Merupakan hasil encoding. Pesan adalah seperangkat simbol-simbol baik verbal maupun nonverbal yang mewakili keadaan khusus komunikator untuk disampaikan kepada komunikan.

4) Saluran
Merupakan sarana fisik penyampaian pesan dari sumber kepada penerima. Dalam komunikasi antarpribadi penggunaan saluran atau media Karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan dilakukan secara tatap muka.

5) Penerima / komunikan
Adalah seseorang yang menerima, dan menginterpretasi pesan. Dalam komunikasi antarpribadi komunikan bersifat aktif, selain menerima komunikan juga menginterpretasi dan memberikan umpan balik kepada komunikator.

6) Decoding
Kegiatan menerima pesan. Melalui indera, penerima dapat bermacam macam data dalam bentuk kata-kata atau simbol-simbol yang harus diubah berdasarkan pengalaman-pengalaman yang mengandung makan.

7) Respon
Merupakan suatu tanggapan yang dilakukan oleh penerima atau komunikan setelah menerima pesan dari pengirim atau komunikator.

8) Gangguan (Noise)
Merupakan apa saja yang mengganggu atau membuat kacau penyampaian atau penerimaan pesan. Noise dapat terjadi di komponenkomponen manapun dari sistem komunikasi.

9) Konteks komunikasi
Konteks komunikasi terbagi menjadi 3 dimensi yaitu: ruang, waktu, dan nilai. Konteks ruang menunjukkan pada lingkungan tempat terjadinya komunikasi. Waktu, menunjukkan pada waktu kapan komunikasi terjadi. Dan nilai meliputi nilai sosial dan nilai budaya yang mempengaruhi suasana komunikasi.




C.   Proses Komunikasi Antarpribadi

Proses komunikasi ialah langkah-langkah yang menggambarkan terjadinya kegiatan komunikasi. Secara sederhana proses komunikasi digambarkan sebagai proses yang menghubungkan pengirim dengan penerima pesan. Proses tersebut terdiri dari 6 langkah, sebagai berikut:
a. Keinginan berkomunikasi. Seorang komunikator mempunyaikeinginan untuk   berbagi gagasan dengan orang lain.
b. Encoding oleh komunikator. Encoding merupakan tindakan memformulasikan isi pikiran atau gagasan ke dalam simbol-simbol, kata-kata, dan sebagainya.
c. Pengiriman pesan. Untuk menyampaikan pesan kepada komunikan seorang komunikator memilih saluran komunikasi seperti telepon, SMS, Surat, E-Mail dan lain-lain.
d. Decoding oleh komunikan, merupakan kegiatan internal dalam diri penerima. Dalam hal ini decoding adalah proses memahami pesan.
e. Umpan balik. Setelah menerima pesan dan memahaminya, komunikan memberikan respon atau umpan balik. Dengan umpan balik ini seorang komunikator dapat mengevaluasi keefektifitasan komunikasi.


Hal yang paling penting dari proses komunikasi adalah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan dapat menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan. Dampak yang ditimbulkan dapat di klasifikasikan menurut kadarnya,  yakni:

1. Dampak Kognitif
Dampak yang ditimbulkan pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkat intelektualnya.



2. Dampak Afektif
Disini tujuan komunikator tidak hanya sekedar supaya komunikan tahu, namun tergerak hati komunikan tersebut, seperti rasa iba, terharu, sedih, gembira, marah dan lain-lain.

3. Dampak Behavioral
Dampak yang paling tinggi kadarnya. Yakni dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk, prilaku, tindakan atau kegiatan.


D.   Macam – Macam Bentuk Komunikasi Antarpribadi

Ada beberapa bentuk komunikasi antarpribadi yang bisa dilakukan dalam melakukan proses komunikasi antarpribadi. Diantaranya:

1) Dialog
Dialog berasal dari kata Yunani yaitu Dia yang artinya antara, bersama. Sedangkan legein artinya berbicara, menukar pikiran, dan gagasan bersama. Dialog sendiri merupakan percakapan yang memiliki maksud untuk saling mengerti, memahami, dan mampu menciptakan kedamaian dala m bekerjasama untuk memenuhi kebutuhannya.
Dialog yang dilakukan dengan baik akan membuahkan hasil yang banyak, baik pada tingkat pribadi, yang dapat meningkatkan sikap saling memahami, dan menerima, serta mengembangkan kebersamaan dan hidup yang damai serta saling menghormati.

2) Sharing
Sharing merupakan bertukar pendapat, berbagi pengalaman, merupakan pembicaraan antara dua orang atau lebih, dimana pelakukomunikasi saling menyampaikan apa yang pernah dialaminya dan hal itu menjadi bahan pembicaraannya. Dan berakibat saling tukar pengalaman.
Dengan bentuk sharing dalam komunikasi antarpribadi dapat memanfaatkan untuk memperkaya pengalaman diri dengan berbagai masukan yang bisa diambil.

3) Wawancara
Dalam komunikasi wawancara merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan mencapai sesuatu. Pihak yang mengikuti komunikasi dalam bentuk wawancara ini saling berperan aktif dalam pertukaran informasi. Dalam wawancara berlangsung baik yang mewawancarai atau yang diwawancarai keduanya terlibat dalam proses komunikasi dengan saling berbicara, mendengar, dan menjawab.

4) Konseling
Bentuk komunikasi antarpribadi yang satu ini lebih banyak di pergunakan didunia pendidikan, perusahaan untuk masyarakat. Bentuk ini biasanya digunakan untuk menjernihkan masalah orang yang meminta bantuan (counsellee) dengan mendampinginya dalam melihat masalah, memutuskan masalah, menemukan cara-cara memecahkan masalah yang tepat, dan memungkinkan untuk mencari cara yang tepat untuk pelaksanaan keputusan tersebut.





E.   Pesan Komunikasi Antarpribadi

Dalam terjadinya sebuah proses komunikasi, pesan yang disampaikan oleh seorang komunikator dapat berupa pesan verbal yakni dengan menggunakan kata-kata atau ucapan sedangkan pesan nonverbal yakni dengan tanpa kata-kata atau bahasa tubuh, isyarat, simbol. Pesan yang dikemas secar verbal disebut komunikasi verbal, sedangkan komunikasi yang pesannya dikemas secara nonverbal disebut komunikasi nonverbal.




Daftra Pustaka

 Onong uchjayana, Ilmu komunikasi teori dan praktek (Bandung:PT. Remaja Rosdakarya, 2001) hal.15
Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi , (Jakarta:PT.Gramedia Widiasarana Indonesia, 2004). Hal 32-35.
Suranto Aw. Konsep Dasar Komunikasi Intrepersonal. Yogyakarta:Graha Ilmu. Hal 3
Agus M.Hardjana, Komunikasi intrapersonal dan interpersonal (Yogyakarta:Kanisius Media) 2003. Hal 11
Erliana Hasan, Komunikasi Pemerintahan (Bnadung:PT. Refika Aditama, 2005) hal. 20
Agus M. Hardjana, Komunikasi Interpersonal & intrapersonal, (Yogyakarta:Kanisus, 2007), hal. 104-120
Onong Uchjanaya Effendy, Dinamika Komunikasi,( Bandung:PT.Remaja Rosdakarya) 2004 hal. 6
Fajar marhaeni, ilmu komunikasi teori dan praktek, (Jakarta, Graha ilmu, 2009), hal 110





Tidak ada komentar:

Posting Komentar